<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014</id><updated>2012-02-05T21:40:14.761-08:00</updated><category term='Tunjangan PNS 2007'/><title type='text'>(Use your mind and your heart) Menulislah dengan hati dan akalmu</title><subtitle type='html'>Selamat datang di blog penuh kebebasan dan kreativitas yang baik</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-9214574442482245536</id><published>2010-05-05T18:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T20:15:28.734-07:00</updated><title type='text'>Potret Sedih Ujian Nasional</title><content type='html'>Masih ingat dengan tulisan di blog ini tentang 10 pemuda Indonesia yang mampu mengguncang dunia? Mungkin kini waktunya kembali untuk mereview tulisan itu, karena ternyata pemuda Indonesia yang konon mampu mengguncang dunia itu bisa jadi hanya khayalan atau cita-cita belaka. Apa sebabnya? karena tunas-tunas muda itu mungkin (baca: bisa jadi) layu sebelum berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini dunia pendidikan kita mendapat sorotan yang sangat tajam karena begitu banyaknya sekolah tingkat SLTA yang tidak mampu meluluskan muridnya  dalam ujian akhir nasional (UN). Republika.com mengutip bahwa terdapat 267 sekolah yang 100 %, muridnya tidak lulus UN. Ini merupakan salah satu potret buram dunia pendidikan kita. Ditengah berbagai sorotan mengenai perlunya pemerataan kualitas pendidikan, UN kembali melahirkan fakta yang membuat kita berfikir perlunya evaluasi yang radikal dalam sistem pengelolaan UN. Pemerintah harus cepat mengevaluasi segala hal yang berkaitan dengan UN, misalnya mengenai kualitas guru, kualitas fisik sekolah di daerah terpencil hingga masalah kebijakan yang menyatakan bahwa UN adalah penentu kelulusan di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil UN yang ternyata membelalakan mata banyak pihak dengan tingginya angka ketidaklulusan itu juga menimbulkan stress dan rasa psikis yang tidak baik di tengah-tengah anak didik. Mereka dididik untuk lulus UN dan tidak pernah mendapat bimbingan bila gagal UN karena mereka dipersiapkan untuk lulus dan bukan gagal. Faktor-faktor seperti itulah yang juga berperan mendorong siswa untuk takut dan terbebani dalam mengerjakan soal-soal UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang tidak kalah mirisnya adalah pasca UN. Banyak siswa yang lulus UN dengan nilai tinggi ternyata "dilarang" (baca: tidak mampu) untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi karena terkendala biaya. Di salah satu Stasiun TV nasional baru-baru ini mengulas tentang murid-murid yang memiliki nilai hasil UN tertinggi di beberapa provinsi (Bali dan Jakarta) tidak tahu harus kemana dan bagaimana cara untuk mereka kuliah. Hmmmm....miris bukan. Di tengah kontroversi mengenai penyelenggaraan UN, mereka tampil menjadi "pemenang" dengan nilai UN yang brilian, tetapi harus menjadi layu semangatnya karena masih bingung dengan apa mereka  kuliah nanti. Kondisi ini seharusnya menjadi concern pemerintah. Sebaiknya pemerintah memberikan apresiasi atau semacam "hadiah" bagi mereka dengan cara memberikan beasiswa atau memberikan mereka tiket masuk ke PTN yang mereka inginkan tanpa tes. Karena disisi lain, murid-murid berprestasi ini adalah semacam "pembela" atau justifikasi bagi pemerintah yang menunjukan bahwa kebijakan UN adalah tidak salah karena terbukti banyak murid yang lulus UN dengan nilai tinggi asalkan mereka mau belajar dengan rajin jauh sebelum dilaksanakan UN (tidak dengan sistem kebut semalam) dan berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sepertinya hal tersebut masih jauh panggang dari api..Walaupun sudah diekspose oleh beberapa media, Pemerintah dan pihak-pihak terkait masih terlihat adem ayem melihat permasalahan ini. Mungkin karena pemerintah masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fully concentrated&lt;/span&gt; kepada kasus hukum besar atau masalah mundurnya seorang menteri untuk menjadi pejabat di World Bank. Semoga saja hal ini hanya sementara, dan setelah itu, pemerintah langsung peduli dengan masalah tunas-tunas" muda bangsa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja masalah pendidikan menjadi konsentrasi nomor satu pemerintah. Anggaran pendidikan harus ditingkatkan menjadi yang paling tinggi dibandingkan anggaran untuk bail out bank bermasalah, BLBI, kredit macet dan pembayaran hutang. Karena mengutip istilah pengamat kebijakan pendidikan, "sudah tidak jamannya lagi mengatakan bahwa Kekayaan Indonesia adalah Sumber Daya Alamnya nya, tetapi kita harus berani mengatakan bahwa Kekayaan Indonesia adalah sumber daya manusianya yang mampu mengguncangkan dunia". Semoga saja.................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-9214574442482245536?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/9214574442482245536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=9214574442482245536' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/9214574442482245536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/9214574442482245536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2010/05/potret-sedih-ujian-nasional.html' title='Potret Sedih Ujian Nasional'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-2280751637872704935</id><published>2010-04-08T02:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T02:33:05.343-07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan dan kenikmatan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah....akhirnya bisa nulis lagi...sudah lama rasanya ga nulis di blog ini...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ga tau kenapa ingin nulis lagi, yang jelas setelah dengar pengajian di mesjid, ada sesuatu yang menarik yang harus disampaikan ke orang lain..Ya, lewat media inilah mungkin cara yang mudah dan murah untuk memberitahukan kepada orang lain...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada sebuah ceramah bijak yang membuat penulis terinspirasi untuk berbagi kepada yang lain, yaitu  mengenai perbedaan "Kebahagiaan dan kenikmatan". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa sih bedanya? Toh keduanya sangat didambakan oleh manusia, dan terkadang sangat sulit untuk meraihnya bahkan banyak orang yang lupa untuk bersyukur apabila telah mendapatkannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada seorang ustad yang berceramah tentang kenikmatan dan kebahagiaan. Menurut dia, kenikmatan dan kebahagiaan, semua  bersumber dari Allah SWT. Tetapi ada beberapa perbedaan yang siginfikan diantara keduanya, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kenikmatan diturunkan oleh Allah SWT, kepada mahluknya yang tidak berakal jadi hanya merasakan nikmatnya saja dan itu sesaat, seperti kepada hewan dan tumbuhan. Tetapi bila ke manusia, Allah SWT menurunkan kenikmatan dan kebahagiaan, jadi nikmat yang diterima tidak sesaat dan bila disyukuri dapat mendatangkan kebahagiaan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kenikmatan itu berasal dari sesuatu yang kita dapatkan, seperti mendapat hadiah atau bila kita mampu mobil mewah atau rumah mewah, tetapi kita harus bersusah payah untuk membayar cicilannya setiap bulan. Bila seperti itu berarti kita belum bahagia. Contoh yang lain adalah seorang wanita/laki-laki yang mendapatkan istri/suami yang dia impikan (tetap melupakan faktor agama dan ahlak) sehingga banyak masalah dalam pernikahan mereka. Sementara itu kebahagiaan berasal dari sesuatu yang kita berikan kepada orang lain (amal), contohnya seorang ibu yang memasak untuk keluarga dan makanannya habis dimakan oleh keluarganya, seorang ayah yang mencari nafkah halal untuk keluarganya yang tidak pernah mengenal lelah atau seorang pegawai kecil yang mampu membeli rumah kecil atau mobil butut dengan uang yang halal tetapi merasa bersyukur dengan apa yang dimiliki.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;sebenarnya masih banyak hal yang lain mengenai kebahagiaan dan kenikmatan tetapi sayang penulis tidak membawa catatan waktu mendengar tausiyah bijak dari sang ustad sehingga banyak yang terlupa..tetapi hal yang paling penting dalam tausiyah itu adalah " Kita harus bersyukur dengan apapun yang kita dapatkan dari Allah SWT, karena bila kita melupakannya, maka kita hanya mendapatkan kenikmatan sesaat yang setelah itu akan ada azab yang pedih. Tetapi bila kita bersyukur, apapun yang kita terima walupun sedikit, akan terasa sangat bahagia dan akan terus bertambah"....&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Wassalam&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-2280751637872704935?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/2280751637872704935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=2280751637872704935' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/2280751637872704935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/2280751637872704935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2010/04/kebahagiaan-dan-kenikmatan.html' title='Kebahagiaan dan kenikmatan'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-157014733260694747</id><published>2009-10-20T21:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T21:40:17.962-07:00</updated><title type='text'>Jepang Pasca Pemilu 2009: Politik Dalam Negeri, Hubungan Luar Negeri dan Dampak bagi Indonesia</title><content type='html'>Artikel ini pernah dikirim ke sebuah harian surat kabar Ibukota sekitar awal Bulan September 2009 yang lalu, tapi tidak dimuat sehingga penulis mencoba memasukan ini ke dalam blog penulis sendiri, sebagai sarana untuk bertukar informasi dengan para pembaca blog ini.&lt;br /&gt;Karena sebuah tulisan akan bermakna bila tulisan itu dibaca dan menjadi manfaat bagi orang banyak, minimal sebagai sarana informasi bagi orang lain.&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang baru saja melakukan pemilu (30 Agustus 2009) untuk menentukan kepemimpinan baru di Negara matahari terbit tersebut. Pemilu tersebut ditandai dengan kemenangan Partai Demokrat Jepang (DPJ) yang dikomandani oleh Yukio Hatoyama yang hampir dapat dipastikan akan menjadi perdana menteri (PM) Jepang yang baru menggantikan PM yang sekarang Mr. Taro Aso. Kemenangan DPJ merupakan kemenangan yang mengakhiri dominasi pemerintahan konservatif Aso dan dominasi Partai Demokrat Liberal (LDP)di Parlemen Jepang. Hasil pemilu tersebut ternyata juga memberikan respon positif kepada nilai tukar Yen terhadap dollar. Yen menguat  0,21 point menjadi 93,29 yen per 1 dollar (antaranews.com,2009). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial&lt;br /&gt;Dalam debat “man to man” dengan PM Incumbent, Taro Aso, pada 13 Agustus 2009, Hatoyama mengangkat isu-isu tentang peningkatan kesejahteraan sosial warga dan peningkatan industry domestic Jepang.  Walaupun debat itu sendiri tak luput dari kritik bahwa mereka berdua cenderung bersifat defensif, tidak terlalu spesifik dan non-praktis dalam kebijakan mereka (the mainichi daily news, Agustus, 2009). Hatoyama menggunakan isu perbaikan kesejahteraan anak-anak dengan peningkatan tunjangan anak dan akan menggratiskan sekolah untuk seluruh tingkatan.  Perhatian Hatoyama dan Partainya juga terfokus untuk Isu “Aging” di Jepang. Warga akan didorong untuk memiliki anak lebih dari satu. Hal ini dimaklumi karena Jepang kini memiliki jumlah Warga usia lanjut lebih tinggi dibandingkan jumlah usia produktif dan anak-anak.  Bagi warga Negara asing yang tinggal di Jepang, Hatoyama juga akan memberikan perhatian lebih kepada mereka, hanya saja hal ini tidak dijelaskan lebih jelas olehnya. Karena kebijakan ini sebenarnya juga telah dilakukan oleh PM Aso dengan memberikan subsidi (semacam BLT) kepada seluruh penduduk tidak terkecuali WNA pada medio 2009 lalu (per 1 Februari 2009). Dari sisi ekonomi, Hatoyama juga menekankan tidak perlunya menaikan pajak penjualan selama 4 tahun ke depan jika partainya memenangkan pemilu. DPJ juga akan mengusahakan peningkatan permintaan domestik bagi usaha-usaha konsumsi dan produksi di Jepang. Hal ini juga sebenarnya telah ada dalam masa pemerintahan PM Taro Aso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik luar negeri&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan politik luar negeri pasca kemenangan DPJ? Inilah yang sebenarnya menjadi perbedaan yang akan sangat mencolok bila dibandingkan dengan kebijakan PM Taro Aso dan kebijakan LDP dalam kebijakan luar negeri Jepang. Ketua DPJ, Yukio Hatoyama, sepertinya lebih memilih untuk condong untuk “merapat” ke Asia daripada ke Amerika serikat dan Eropa. Hatoyama dalam beberapa kesempatan kampanye mengatakan bahwa Jepang harus mengutamakan Bangsa Asia, karena bila jepang dan bangsa di Asia lain bisa mengembangkan potensinya maka dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru seperti di Eropa. Mungkin di era kepemimpinan Hatoyama, Single Currency antara Korea, China dan Jepang seperti yang pernah dibahas dalam periode mantan PM Junichiro Koizumi dan  PM Taro Aso, akan terwujud.&lt;br /&gt;                Sebagaimana yang dilansir oleh banyak surat kabar di Jepang, Hatoyama akan meningkatkan “derajat” Jepang dalam politik luar negeri dengan Amerika Serikat. Kebijakan keamanan sepertinya akan sangat diperhatikan oleh Hatoyama. “Jepang harus mengembangkan system keamanan agar lebih independen dari Amerika” kata Hatoyama, sebagaimana dilansir oleh harian Jepang, mainichi daily news.  Isu-isu nasionalisme memang salah satu “senjata” bagi Hatoyama dalam menarik simpati warga masyarakat.&lt;br /&gt;Dampak terhadap Indonesia&lt;br /&gt;                Hubungan Indonesia – Jepang terbilang sangat stabil dibandingkan dengan hubungan Indonesia dengan Belanda, Australia atau bahkan dengan Malaysia. Tidak ada gejolak yang mempengaruhi hubungan kedua negara pasca Peristiwa Malari 1974. Pemerintah Jepang pasca peristiwa Malari sangat menjaga hubungan dengan Indonesia. Banyak program bantuan pendidikan berupa beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Jepang kepada Indonesia baik dalam bentuk non Loan maupun dalam bentuk Loan (pinjaman LN). &lt;br /&gt;                Calon PM. Jepang yang akan datang, Yukio Hatoyama, dalam kampanyenya mengatakan akan meningkatkan hubungan dengan negara-negara Asia termasuk dengan Indonesia. Hal ini patut ditunggu aplikasi dan implikasinya. Terkait dengan investasi, apakah pemerintah Jepang akan mendorong para Investor dari Jepang untuk menaruh “uang” di Indonesia lebih besar lagi atau apakah Jepang akan membuka “keran” import yang lebih besar ke Indonesia.  Patut ditunggu juga, apakah ada dampak yang signifikan terhadap kerjasama di bidang pendidikan (beasiswa atau infrastruktur pendidikan) dan di bidang tenaga kerja. Tahun 2008 lalu, Indonesia mengirimkan 300 perawat ke Jepang (antaranews, 2008) sebagai kerjasama awal dari total 1000 perawat yang akan dikirimkan ke Jepang. Pekerja-pekerja /trainee asal Indonesia juga banyak tersebar di banyak perusahaan manufaktur di Jepang. Apakah setelah pergantian kepemimpinan baru di Jepang, akan ada perubahan drastis di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan.&lt;br /&gt;                Para analis dan praktisi pasar modal dan valuta asing juga berharap akan ada dampak positif dari hasil pemilu Jepang ini terhadap nilai tukar rupiah-yen dan peningkatan indeks saham. Seperti kita ketahui bersama bahwa Yen melonjak sangat tajam pada penghujung 2008 (bahkan 1 Yen mencapai 129 rupiah) sebagai akibat dari krisis keuangan global II. Semoga kebijakan yang akan diambil oleh PM yang baru nanti dapat berdampak baik bagi ekonomi kedua negara. Diplomat Jepang di Indonesia mengatakan bahwa pemerintahan yang baru nanti tetap akan memprioritaskan Indonesia sebagai salah satu mitra yang sangat penting (kendariekspres,2009). Hanya saja kita juga patut melihat, kebijakan apa yang akan diambil oleh pemerintah kita dalam membina kerjasama dengan pemerintahan baru Jepang.&lt;br /&gt;Jepang selalu mengatakan bahwa mereka adalah Saudara Tua Indonesia. Saudara Tua dan Saudara Muda akan selalu bekerja sama dengan baik..Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-157014733260694747?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/157014733260694747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=157014733260694747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/157014733260694747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/157014733260694747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2009/10/jepang-pasca-pemilu-2009-politik-dalam.html' title='Jepang Pasca Pemilu 2009: Politik Dalam Negeri, Hubungan Luar Negeri dan Dampak bagi Indonesia'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-5673746475279320962</id><published>2009-09-12T00:17:00.000-07:00</published><updated>2009-09-13T09:26:24.696-07:00</updated><title type='text'>Menghitung Hari...</title><content type='html'>Menghitung hari detik demi detik......&lt;br /&gt;itu lah penggalan lagu dari Kris Dayanti yang sangat terkenal. Tulisan ini juga tentang menghitung hari walaupun "temanya" tidak sama dengan lagu itu. Lagu itu bercerita tentang kisah percintaan tapi tulisan ini bukan menggambarkan kisah romantis tapi hanya sebuah curahan ataupun renungan dari penulis ketika menunggu waktu untuk pulang kembali ke Negeri Tercinta, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu lagi...&lt;br /&gt;ya dua minggu lagi, kita akan pulang ke Indonesia, negeri kampung halaman yang memberikan inspirasi dan tempat kehidupan yang sangat "indah". Indah dalam artian sebenarnya, tapi juga indah dalm artian kritik sosial kepada masyarakatnya, ataupun ke pemimpinnya agar terus membuat Indonesia menjaid lebih indah, indah dan indah dalam arti sebenarnya. Dalam dua minggu lagi, aku akan merasakan perbedaan yag sangat mencolok antara tempat tinggal sekarang dan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang&lt;br /&gt;Penulis saat ini tinggal di Jepang. Belajar, bersahabat dan tumbuh di Jepang, walaupun hanya sesaat. Negara maju di asia yang meng-klaim dirinya adalah saudara "tua" Indonesia. Negara yang mempunyai ikatan historic yang sangat kuat dengan negara kita. Negara yang juga hancur akibat perang tapi termasuk negara yang sangat cepat me-recovery dirinya menjadi negara maju. Banyak hal penting (dibaca: bermanfaat) yang di dapat dalam menjalani pendidikan di Jepang. Bagaimana penulis mendapatkan arti meng-antri, hakikat tepat waktu dan indahnya menjaga kebersihan. Hal-hal tersebut memang terkesan sederhana dan sepele tapi mengapa Bangsa kami, tanah airku, sangat sulit untuk menerapkan itu. Ah...kita harus berubah..aku tidak mau seperti itu terus, semoga saja ketika ku pulang nanti bangsaku semakin indah..indah..&lt;br /&gt;..Suatu saat aku juga mau, ketika orang asing pulang dari Indonesia, mereka bercerita kalau di Indonesia, semua tertib, semua bersih dan tidak ada lagi istilah "jam karet". Jam karet memang identik dengan diri penulis, bahkan penulis sangat sulit untuk merubah budaya jam karet di dalam diri penulis sendiri. Ah..harus berubah menjadi lebih baik..dan tentu saja lebih indah dalam arti sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan, Kesehatan dan Keamanan&lt;br /&gt;Menghitung hari, periode dimana kita mencoba untuk merenung kapan tanggal kita akan pulang, dan merekam hal-hal yang bisa kit abawa pulang dan kita pkembangkan di tanah air kita. Renungan dan lamunan penulis mencoba melihat hal-hal yang lebih luas lagi. Penulis tertarik kepada 3 bidang yang sangat mendapat prioritas dari Pemerintah Jepang. Pendidikan, kesehatan dan keamanan. Pendidikan adalah investasi terbesar bagi hidup manusia. Mendidik manusia menjadi manusia yang cerdas, berbudi dan mampu mengelola lingkunga dengan baik. Jepang telah melakukan hal tersebut dari waktu yang lampau, bahkan melebihi satu abad yang lalu. Hasilnya dapat mereka rasakan sekarang, begitu banyak SDM yang mereka miliki untuk membangun bangsanya. Hanya saja, seiring perkembangan jaman, generasi muda Jepang juga semakin cenderung, sebagian-tidak semuanya, mulai meninggalkan norma-norma yang ada dan sangat menyukai dunia "malam, mewah atau dunia gemerlap" seperti sex bebas, mabuk dan sebagainya. Inilah yang harus kita prevent dari budaya asing sehingga generasi muda Indonesia tidak menjadi generasi yang hanya senang dengan "dunia gemerlap".&lt;br /&gt;Dari segi kesehatan, pemerintah Jepang juga sangat memperhatikan warganya. Walaupun, kesehatan di sini sangat mahal, tapi itu juga sudah disubsidi oleh pemerintahnya sehingga tetap terjangkau oleh warganya. Bidang lain yang sangat dijaga oleh pemerintah adalah keamanan. Sangat aman bila berpergian di jepang, tidak perlu takut akan perampokan, penodongan atau copet-copet sebagaimana sering kita temui di dalam KRL, metro mini dan bis lainnya bila sedang berada di kota-kota besar di Indonesia. Begitu pula bagi anak-anak, tidak perlu takut akan penculikan, karena anak-anak kecil di Jepang sudah dibiasakan untuk pergi ke sekolah sendiri dengan menggunakan transportasi umum. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pihak keamananan juga sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transportasi...&lt;br /&gt;Keamanan dan kenyamanan transportasi di Jepang merupakan kunci kenapa orang jepang sangat cinta dengan moda transportasi massal yang mereka punya. Mengapa ini sangat sulit tercipta di negara kita? apakah faktor dana? apakah faktor SDMnya? ataukah memang ini "takdir: dari Tuhan YME? mudah-mudahan bukan takdir. Semoga ini hanya faktor waktu saja, yang pada masa yang akan datang, kita juga mampu menciptakan transportasi umum yang sangat dicintai oleh warganya. Kita sebagai pengguna juga harus menjaga transportasi umum yang ada. Bagaimana kita mengharapkan yang lebih bagus, kalau kita tidak bisa menjaga transportasi yang sudah ada contohnya dengan tidak membuang sampah di dalam kereta, membeli karcis ataupun hal-hal yang sederhdana lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja hal-hal tersebut juga akan tercipta di Indonesia. Memang pemerintah kita sedang berusaha mewujudkan itu. harus kita support sehingga tidak hanya berjalan di tempat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uhhhhmmmm.....Semakin dalam renungan ini rasanya...&lt;br /&gt;Setelah sekian lama di sini, semakin berat rasanya untuk pulang kembali ke tanah air. Tapi rasa itu harus segera aku buang, penulis harus segera kembali ke tanah air, mengaplikasikan ilmu yang di dapat atau minimal memberikan "kemanfaatan" dari ilmu dan pengalaman yang di dapat kepada orang lain di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghitung hari....berarti juga menghitung apa saja yang telah kita dapatkan dan apa saja rencana-rencana yang telah kita buat untuk mengaplikasikan pengalaman yang telah kita dapat. Minimal untuk diri sendiri, keluarga ataupun lingkungan kerja kita walaupun nanti manfaatnya hanya sedikit, minimal kita telah berusaha memberi manfaat dan tidak akan berhenti untuk berbagi... Seperti harapan kita, semoga bangsa Indonesia menjadi lebih baik...dan tentu saja lebih indah dalam artian sebenarnya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-5673746475279320962?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/5673746475279320962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=5673746475279320962' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/5673746475279320962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/5673746475279320962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2009/09/menghitung-hari.html' title='Menghitung Hari...'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-7535155029493964760</id><published>2009-06-22T02:20:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T02:21:03.125-07:00</updated><title type='text'>Jangan malu pakai produk Indonesia</title><content type='html'>Ternyata kita harus bangga memakai produk Indonesia. DI Fujisawa, Jepang, saya menemukan banyak produk Indonesia yang di jual di sini, seperti sepatu dan baju. Harganya pun tidak murah alias mahal bos!! hampir sama dengan harga produk made in USA bahkan harganya lebih mahal dari barang-barang produk CHina.Viva Indonesia.....Jadi ga ada alasan untuk malu mengunakan produk kita sendiri kan??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-7535155029493964760?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/7535155029493964760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=7535155029493964760' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/7535155029493964760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/7535155029493964760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2009/06/jangan-malu-pakai-produk-indonesia.html' title='Jangan malu pakai produk Indonesia'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-7721411574659104528</id><published>2009-06-21T07:15:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T07:49:31.508-07:00</updated><title type='text'>"Berikan aku sepuluh pemuda Indonesia, niscaya akan ku goncang dunia ini"</title><content type='html'>"Berikan aku sepuluh pemuda Indonesia, niscaya akan ku goncang dunia ini"&lt;br /&gt;Itulah kata-kata yang pernah dikatakan Pemimpin besar bangsa ini , Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata sakti itu digunakan oleh Bung Karno untuk menunjukan kalau pemuda bangsa Indonesia adalah anak-anak muda yang hebat yang bila dididik dan dibina dengan baik dapat menjadi "penguasa" dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, bila pemuda-pemuda Indonesia diberi pendidikan dan kesempatan yang baik, mereka akan berkembang dengan baik. Coba lihat saja, di Metro TV tanggal 21 Juni 2009, ada anak-anak Indonesia yang menjadi juara-juara di Olimpiade Ilmu Pasti tingkat internasional dan juara dunia pada olahraga catur tingkat pelajar internasional. Mereka menjadi juara tingkat dunia yang sangat berjasa bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda-pemuda tersebut telah berhasil mengibarkan bendera Indonesia dan membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di negara lain. Hanya ada dua event yang membuat bendera merah putih berkibar di negara lain dan lagu Indonesia Raya berkumandang di negara lain, yaitu ketika Presiden kita berkunjung ke sana dan ketika ada orang Indonesia menjuarai suatu kompetisi. Dan pemuda-pemuda itulah yang membuat Indonesia di kenal baik di luar negeri dibandingkan dengan presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang membuat pemuda-pemuda kita juga banyak yang tidak bisa berkembang? Itulah yang kini menjadi pekerjaan rumah para pemimpin kita. Dari masalah pendidikan di daerah yang terlalu tinggi gap-nya dengan kualitas pendidikan di kota besar, masalah kurangnya penghargaan dan apresiasi negara terhadap para pemuda yang berprestasi, sampai mengenai tingginya biaya pendidikan, kualitas guru, kesehatan dan narkoba, sampai mengenai masalah "UAN" juga harus secepatnya diatasi oleh pemimpin kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya saja, di salah satu stasiun TV nasional, ada pemuda berprestasi "kaliber" dunia yang kesulitan mencari perguruan tinggi di dalam negeri dan harus mengikuti tes masuk PTN sama dengan anak-anak lainnya yang "biasa" saja dan tidak diakui "medali emasnya". Ini merupakan contoh dari kurangnya apresiasi negara terhadap pemuda yang telah mengharumkan nama negara. Yang membuat perihatin adalah, negara tetangga kita, Singapura, malah mengirimkan perwakilan universitasnya untuk merekrut anak tersebut tanpa tes dan mungkin saja dengan beasiswa yang tinggi. Kalau hal seperti ini terjadi terus menerus, lama-lama pemuda-pemuda pintar kita akan "dipatent-kan" oleh negara lain. Wah repot....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ada juga kasus lain dari cermin ketidakmerataannya pendidikan kita. Ada anak kelas 5 SD di salah satu daerah terpencil di Papua yang tidak bisa berhitung karena di sekolah tersebut tidak ada gurunya dan terkadang gurunya hanya datang 4 hari dalam seminggu. Wah, sangat menyedihkan, bagaimana mutu pendidikan negara kita kalau hal ini terus berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sekelumit 'kerikil-kerikil" yang harus dibersihkan dari jalan pendidikan kita. Pemerintah sebagai penyelenggara negara harus concern mengenai nasib masa depan pemuda-pemuda kita. Pemerataan pendidikan juga harus segera diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita secara konkrit dan implementatif. Anak-anak usia sekolah harus segera "dikembalikan" ke sekolah. Pemerintah pasti tahu caranya, hanya saja mau atau tidak itu masalahnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita Bung Karno sangat mulia, dan kita harus bisa mencapainya dengan kerja keras yang baik....Ingat pesan dari Bung Karno itu hanya 1o pemuda, coba bayangkan bila ada seratus, seribu atau bahkan ada sejuta pemuda Indonesia yang hebat...Ruarrrrr Biasaa......................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-7721411574659104528?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/7721411574659104528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=7721411574659104528' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/7721411574659104528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/7721411574659104528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2009/06/berikan-aku-sepuluh-pemuda-indonesia.html' title='&quot;Berikan aku sepuluh pemuda Indonesia, niscaya akan ku goncang dunia ini&quot;'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-4404329289325886072</id><published>2009-06-21T06:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T07:12:26.729-07:00</updated><title type='text'>Debat Capres..</title><content type='html'>"Ah..kalau cuma gitu gue juga bisa..."..Celetuk teman di sampingku ketika kami melihat debat capres di TV di medio Juni 2009. " Ga harus jadi orang pintar dan calon presiden kalau cuma bisa setuju dengan pendapat lawan dan mengatakan hal-hal yang bersifat umum".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehe...makin keras tertawaku mendengar polah kata temanku ini...karena dia mengatakan itu dengan yakin sekali.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi bila dipikir-pikir, benar juga temanku ini..karena debat kali itu, sangat terasa hambar dan kurang menonjolkan program dan visi apa yang akan dijalankan oleh para calon presiden itu. Bahkan mereka sering setuju dengan pendapat kandidat yang lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temanku kembali berceletuk.."kalau pada sama semua jawabannya, ngapain juga harus ada tiga calonnya..kan cukup satu aja...ah ada-ada aja nih"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba merenung, mendengar celetukan temenku itu. Bila dilihat secara mendalam tentang jawaban-jawaban mereka, cenderung memilih jawaban yang bersifat makro dan general. Contohnya seperti bagaimana mereka akan mengatasi kemiskinan dan lemahnya pendidikan di daerah tertinggal. Para calon presiden itu hanya mengatakan akan meningkatkan income dan memperluas lapangan pekerjaan. Dus..untuk meningkatkan mutu pendidikan, mereka akan meningkatkan kualitas guru dan kesejahteraan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jawaban seperti itu, sangat umum sekali dan kurang menyentuh langkah teknis atau kurang implementatif. karena para capres kurang mendetilkan langkah konkrit apa yang akan mereka ambil ketika terpilih menjadi pemimpin. Jawaban-jawaban yang diberikan terkesan hanya untuk sekedar menjawab pertanyaan moderator secara formal dan "jaga image". Ada pengamat di TV, yang mengatakan kalau debat itu seperti acara  "moderator bertanya, capres menjawab". Benar juga sih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bila kita melihat secara obyektif, debat tersebut merupakan awal yang baik bagi pembelajaran politik bangsa. Ada pengamat lain yang mengatakan, kalau debat kemarin baru sebagai awal dan para capres cenderung menjaga citra mereka dan akan lebih menggiggit di acara debat berikutnya. Ah...semoga saja...biar rakyat bisa memilah visi-misi capres mana yang konkrit yang dapat mengatasi permasalahan bangsa sehingga rakyat bisa memilih capres yang baik dan berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi temenku menyadarkan ku dengan celetukannya..."ah..kalau cuma gitu, gue juga bisa..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-4404329289325886072?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/4404329289325886072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=4404329289325886072' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/4404329289325886072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/4404329289325886072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2009/06/debat-capres.html' title='Debat Capres..'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-5661207344069939384</id><published>2009-03-18T07:13:00.001-07:00</published><updated>2009-03-18T08:07:35.269-07:00</updated><title type='text'>Ibu yang Hebat dan anak autis</title><content type='html'>Sebenarnya ini merupakan sebuah kisah pengalaman hidup dari seorang ibu ketika mengetahui anaknya menderita autis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis mendapatkan cerita ini langsung dari si ibu ketika naik bis malam dari Semarang ke Malang tahun 2008. Aku duduk di kursi paling depan dekat pintu bis malam. Seorang ibu dengan menggunakan kerudung sudah lebih dulu berada di bangku itu. Kupikir perjalananku akan membosankan karena duduk di sebelah ibu tua yang mungkin akan sulit aku ajak ngobrol karena kupikir beliau akan tidur sepanjang malam dan hanya bangun ketika bis sudah sampai ditujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi ternyata tidak, ibu itu menyapaku lebih dulu dengan menanyakan mau kemana dan apa pekerjaan ku. kujawab dengan sopan, aku mau ke Malang dan sedang kuliah disana. Tak disangka ternyata Ibu itu juga seorang mahasiswi yang sedang menempuh program doktoral, hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelajaran I yg kutemui: jangan menilai dari penampilan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan berlanjut semakin dalam, Ibu itu mengaku kalau dia adalah dosen di salah satu PTN ternama di Jawa Tengah. Wah bertambah rasa tertarik ku untuk berbicara dengan Ibu ini mengingat aku hanya seorang mahasiswa yang malas, yang suka mengerjakan tugas kuliah ketika deadlinenys sudah dekat..hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya kepada beliau, kenapa Ibu baru mengambil program S3 pada usia sekarang ini yg menurutku agak terlambat bagi seorang dosen untuk mengambil S3. Ibu itu bercerita sebenarnya dia ingin kuliah S3 sudah lama tapi baru sekarang ada waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah S3nya tertunda karena dia ingin mengurusi anaknya yg nomor 2 yg terkena autis. Tampak ketika menyebut anaknya yang autis, matanya berkaca-kaca, seolah menahan tangis. Dia bercerita bagaimana sedihnya ketika mengetahui anaknya terkena autis ketika beranjak usia 3 tahun. Anak ku cantik lho de, kata si bu menggambarkan wajah anaknya.&lt;br /&gt;"awal-awal mengetahui kalau anak saya autis, saya sedih sekali dan sedikit terpukul. Sangat sulit untuk mengontrol perangainya. Kadang-kadang kalau aku bawa ke Mall atau ke restorant, pasti mengganggu pengunjung yang lain. Dia suka mengambil makanan orang yang sedang dimakan atau menumpahkan minuman. Sangat sulit untuk mengontrol dia pada waktu itu.&lt;br /&gt;Saya tidak tahu harus berbuat apa-apa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya sadar, bahwa ini adalah bagian dari ujian Tuhan. Anak merupakan titipan Tuhan yang harus saya jaga dan saya besarkan dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab. Pembicaraan ini semakin dalam dan sangat menarik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian mencoba mencari buku-buku, majalah-majalah ataupun internet tentang bagimana cara merawat dan membesarkan anak autis. Saya belajar bagaimana cara menanganinya, dan akhirnya saya bisa membesarkannya sampai sekarang berusia 14 tahun. Wah makin salut aku mendengar cerita ibu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tunggu dulu, ada cerita yang lebih membuat aku bangga kepada Ibu ini. Ibu itu bercerita kalau ternyata sekarang dia mempunyai sekolah autis dan beliau menjadi kepala sekolah dari sekolah khusus anak-anak autis. Ibu itu bilang " semua yang saya pelajari dari cara merawat anak autis, coba saya bagi kepada orang tua lain yang mempunyai anak autis dengan cara mendirikan sekolah khusus anak-anak autis." Saya mencoba mengembangkan sekolah ini dengan modal swadaya. Saya banyak mengirimkan proposal ke lembaga-lembaga pendidikan autis di luar negeri melalui internet. Lembaga-lembaga itu tidak membantu dana tetapi mereka memberikan bantuan alat-alat peraga atau fasilitas pendidikan bagi sekolah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, pemerintah daerah mau meminjamkan/menyewakan bangunan milik mereka untuk saya gunakan sebagai sekolah itu. Banyak anak-anak autis yang bersekolah di sekolah saya. Saya tidak mengambil keuntungan banyak dari sekolah itu, bayaran sekolah dari para murid, saya gunakan utnuk membayar gaji guru-guru dan merawat fasilitas sekolah. Banyak anak-anak autis yang orang tuanya tidak mampu datang ke sekolah saya.&lt;br /&gt;Saya hanya bisa memberikan bimibingan kepada mereka, tapi karena masalah biaya, saya sering kasihan dengan mereka karena tidak bisa melanjutkan sekolah di sekolah autis saya.&lt;br /&gt;Saya juga bingung dengan hal itu, karena selain dari bayaran sekolah, tidak ada lagi sumber dana yang masuk ke sekolah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu juga bercerita bagaimana sulitnya mengajar anak-anak autis. Anak autis itu ada yang IQnya tinggi sekali sama dengan jenius tapi ada juga yang rendah sekali. Bagi anak autis yang IQnya tinggi, dia akan menjadi orang yang jenius dan bisa bersekolah di sekolah yang normal asalkan tetap dibimbing dan diawasi. Tapi bagi anak autis yang IQnya itu sangat rendah, kita harus memberikan perhatian yang sangat ekstra bagi anak autis tipe ini.&lt;br /&gt;tapi pada dasarnya seluruh anak autis sangat pintar dalam bermain musik karena saraf mereka lebih cepat menerima suara-suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKu semakin tertarik dengan hal ini. "dari mana semua itu Ibu tahu?" ya dari pengalaman saya dan membaca buku. hanya itu jawabnya. Latar belakang pendidikan ibu ini jauh dari bidang kedokteran, psikologi ataupun psikiatri. tetapi pengetahuannnya tentang anak autis sangat hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu bercerita lagi, pada saat awal pendirian sekolah autis itu, beliau juga merangkap sebagai supir jemputan bagi anak-anak autis yang bersekolah di sekolahnya. Wah hebat pikirku....kok mau ya jadi supir jemputan, sementara dia kan dosen dengan gelar S2 waktu itu.&lt;br /&gt;Ada hal lucu yang ibu itu alami waktu mengantar anak-anak ke sekolah. Suatu saat ketika menjemput dan mengantar anak-anak menuju sekolah, jalan yang biasa dgunakan menuju sekolah macet sehingga harus mencari jalan lain agar tidak terlambat sekolah. Ketika si Ibu mencari jalan lain ternyata tanpa disangka-sangka, semua anak di dalam mobilnya menangis keras-keras. Ternyata mereka merasa bahwa jalan lain ini adalah bukan jalan menuju sekolah mereka sehingga mereka minta Ibu untuk kembali ke jalan semula. Si ibu heran karena mereka tidak pernah diajari untuk mengingat jalan yang dilalui tetapi kenapa ingatan mereka begitu hebat.&lt;br /&gt;Wah aku jadi teringat film serial di TV "Prison Break". Bagaimana seorang yang jenius menghapalkan peta penjara dan mencoba kabur dari penjara hanya dengan modal ingatannya. Berarti benar kata si ibu, kalau anak autis yg IQnya tinggi, maka otaknya bis amenjadi jenius dan mempunyai daya ingat yang tinggi walaupun tidak pernah dilatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah..memang Tuhan Maha Adil, anak autis punya kelebihan yang bahkan melebihi manusia normal. Asalkan dibimbing dan dibina secara baik, anak autis juga bisa hidup normal, kata ibu itu penuh semangat tergantung juga dari tingkat ke-autis-an si anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa, hari semakin malam, dan si ibu sudah mulai menguap menandakan beliau sudah ngantuk.&lt;br /&gt;masih banyak sebenarnya hal yang ingin aku dengar dari kisah Ibu ini...&lt;br /&gt;Hebat...banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari Ibu ini...&lt;br /&gt;Kunci dari Ibu ini adalah sabar, iklas menjalani semua dan mau belajar. Itu kuncinya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah ternyata perjalanan malam yang aku lalui ini sangat berkesan dan penuh ilmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-5661207344069939384?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/5661207344069939384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=5661207344069939384' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/5661207344069939384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/5661207344069939384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2009/03/ibu-yang-hebat-dan-anak-autis.html' title='Ibu yang Hebat dan anak autis'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-6847740365742037662</id><published>2008-12-25T03:51:00.000-08:00</published><updated>2010-09-08T00:27:13.767-07:00</updated><title type='text'>Belajarlah pada Salomina...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.liputan6.com/200808/080820bsalomena.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://static.liputan6.com/200808/080820bsalomena.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Belajarlah pada Salomina....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti kita tidak kenal dengan dia..seorang gadis muda yang mempunyai mimpi untuk terbang tinggi melebihi tingginya pegunungan jayawijaya tempat daerahnya berasal..&lt;br /&gt;Dia punya mimpi yang dia yakin pasti dia akan dia raih ...seperti syair Lagu Laskar Pelang-Nidji...Bermimpilah karena degan mimpi kita dapat menaklukan dunia...Gadis itu bernama Salomina.....Salomina gadis tangguh dari Papua. Daerah yang kaya dengan emasnya tapi daerah itu hanya merasakan sedikit kilauan emasnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salomina mengajarkan kita bagaimana caranya mengejar mimpi kita...Tidak peduli dalamnya sungai, tidak takut bagaimana dinginnya sungai Papua..tidak kenal lelah mendaki gunung menuruni bukit berkilo-kilo meter...yang dia takut hanya kalau mimpinya tidak tercapai, dia hanya khawatir kalau daerahnya tidak bisa lepas dari kebodohan..dan keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berjanji pada bapaknya kalau dia pasti akan berhasil..dia tidak ingin kalah dengan orang-orang yang selalu mengambil kekayaan Papua tanpa pernah ingat dengan Papua..dia juga tidak ingin kalah dengan dinginya malam, dalamnya sungai dan jarak yang jauh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia selalu berkata, "orang tidak akan maju tanpa sekolah"....Ucapannya itu untuk memotivasi dirinya sendiri tetapi bila kita lihat...ucapan itu juga sangat berarti bagi para pemegang kebijakan di bumi Indonesia..Bagaimana pemerataan pendidikan masih jauh dari harapan..Bagaimana slogan atau janji bahwa akan memajukan pendidikan di daerah, masih jauh dari bukti. Setiap hari di berita hanya ada jumlah sekolah yang hancur saja yang terus bertambah, murid yang gantung diri karena tidak bisa bayar sekolah guru-guru bantu yang menuntut status menjadi PNS dan hal-hal yang membuat miris kita yang melihatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi perilaku anak-anak usia sekolah yang memperihatinkan. Banyak anak bolos karena main di jalan, banyak anak sekolah tawuran dan anak usia sekolah yang terlibat narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sekolah itu baik"...itu ucapan lain yang sering diucapkan Salomina.. memang benar ucapan itu..Terkadang kita baru dapat tugas sedikit saja sudah menyerah dengan sekolah..baru dapat nilai ulangan yang jelek saja, kita sudah mengumpat atau kita hanya dapat uang jajan yang sedikit saja, kita sudah malas untuk sekolah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja Salomina tahu bagaimana, anak-anak sekolah di luar pulaunya banyak yang menyia-nyiakan sekolahnya, pasti dia akan marah dan teriak kepada kita. Dia pergi ke sekolah jam 4 pagi. Dia harus berenang menyeberangi sungai, turun naik bukit. Mungkin baru kembali ke rumah malam hari..itupun dia lalui dengan senang hati karena dia tahu, hanya itulah satu-satunya cara untuk mengubah hidupnya dan membangun daerahnya menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah sekarang dia bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena ada dermawan dari Jogjakarta yang mau membiayainya (Liputan6.com). Memang segala usaha yang keras itu tidak akan sia-sia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagi teman-teman ataupun bagi penulis sendiri, ..belajarlah dari Salomina..&lt;br /&gt;Terbanglah Salomina..gantungkan cita-citamu di angkasa..taklukan dunia dan tunjukan bahwa Indonesia punya orang-orang yang berjuang keras untuk maju ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, kamu menginspirasi banyak orang untuk berubah dan untuk maju...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-6847740365742037662?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/6847740365742037662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=6847740365742037662' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/6847740365742037662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/6847740365742037662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2008/12/belajarlah-pada-salomina.html' title='Belajarlah pada Salomina...'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-3692385746111650922</id><published>2008-10-25T06:13:00.000-07:00</published><updated>2008-10-25T06:20:52.319-07:00</updated><title type='text'>Apakah kita malu menggunakan produk Indonesia?</title><content type='html'>Ternyata kita harus bangga memakai produk Indonesia. DI Fujisawa, Jepang, saya menemukan banyak produk Indonesia yang di jual di sini, seperti sepatu dan baju. Harganya pun tidak murah alias mahal bos!! hampir sama dengan harga produk made in USA bahkan harganya lebih mahal dari barang-barang produk China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja terkadang, kita menjadi insan yang penuh gengsi dan nafsu untuk memenuhi rasa "prestise". Menjadi malu bila ada orang yang bertanya "baju lo made in mana tuh?" atau "sepatu kamu produk mana?" ah..kadang-kadang saya juga begitu..pilah-pilih untuk membeli sepatu atau apapun yang bisa dipakai atau sekedar buat pamer...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, banyak pelajaran yang saya dapat di Jepang, namun pertanyaan apakah ketika kembali ke Indonesia, saya lebih sering membeli produk Indonesia atau tetap malu menggunakan produk bangsa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Viva Indonesia.....Jadi ga ada alasan untuk malu mengunakan produk kita sendiri kan?? Semoga....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-3692385746111650922?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/3692385746111650922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=3692385746111650922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/3692385746111650922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/3692385746111650922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2008/10/apakah-kita-malu-menggunakan-produk.html' title='Apakah kita malu menggunakan produk Indonesia?'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-3480632370206254010</id><published>2008-10-04T18:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T18:57:23.431-07:00</updated><title type='text'>Hidup di Negeri Orang</title><content type='html'>Akhirnya, setelah penantian dan persiapan yang panjang, bisa juga pergi ke luar negeri. Perg ke Jepang, dengan beasiswa. Mungkin kalau dengan biaya sendiri tidak akan mampu, Alhamdulillah ada yang mau biayain hehe... Bulan ramadhan ini penuh berkah, karena di bulan ini, bisa ke Jepang. Tapi ada satu kerugian juga karena bulan ramadhan ini, dirasa sangat cepat berlalu karena lebih terkuras tenaganya untuk mengurus segala keperluan keberangkatan dari dokumen, data thesis sampai dengan omiyage buat para sensei dan teman-teman di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Jepang, kita pun harus banyak bersabar karena disini suasana ramadhan kurang terasa, maklum saja bukan negara yang mayoritas muslim. Kita harus sabar melihat orang makan dan minum di sekililing kita pada siang hari ataupu melihat berbagai jenis model pakaian yang terbuka yang dipertontonka mahasiswi atau anak muda di Jepang. Dari segi makanan pun, kita harus pintar untuk memilah dan memilih karena sangat sulit mencari makanan yang halal. Makanan halal pun disini menjadi tidak halal seperti daging ayam, sapi ataupun mie. Menjadi tidak halal karena ayam dan sapi tersebut disembelih dengan tidak menyebut nama Allah SWT. Roti atauoun kue-kue yang tidak mengandung daging juga belum tentu halal karena ada sejenis "niukazai" atau pun pengawet yang berasal dari jenis hewani yang sudah pasti tidak halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan dalam berbahasa juga kita alami di sini, karena kemampuan bahasa jepang saya yang sangat terbatas sementara orang Jepang atau "nihon JIn" jarang yang menggunakan bahasa Inggris. Jadi terkadang bahasa isyarat sangat berguna disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi banyak hal yang bisa dipelajari di Jepang. Bagaimana tingkat disiplin mereka yang tinggi, kesadaran mereka menjaga kebersihan, ketepatan waktu dan usaha mereka dalam menepati janji merupakan sebagian karakter mereka yang bisa kita contoh. Belum lagi dari sisi pemerintahan. Para pelayan publik sangat giat bekerja, sangat cekatan dan ramah dalam memberikann pelayanan kepada masyarakat tanpa ada rasa kesal atau kata-kata "gerutu" yang terkadang sering kita rasakan di negeri kita. Disin pepatah "Time flies like an arrow" itu benar-benar terasa, karena waktu seolah-olah sangat cepat terasa disini. Maka harus banyak yang kita perbuat dan jangan terlalu santai disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat jeang juga tidak terlalu konsumtif, beda dengan kita. Entah apa karena disin semua barang mahal ataupun karena tingkat konsumsi yang rendah dari orang Jepang sendiri. Semua serba teratur. Punya Handphone saja harus diatur, karena setiap orang Jepang rata-rata hanya punya 1 handphone. beda dengan kita yang di Indonesia mungkin punya 2-4 handphone per orang. Jepang memang terkenal negara yang homogen hingga semua kehidupan orang jeoang terlihat sangat standart sekali. bentuk rumah sama, model HP sama, sampai model baju mungkin sama hanya harganya dan kualitas bahan yang membedakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu orang-orang Indonesia yang tinggal di Jepang lebih suka dengan kampung halaman mereka. Di jepang serba individualis dan materialis. Dengan tetangga saja belum tentu kenal, karena semua harus sendiri. Dirumah hanya untuk tidur, selain itu di luar rumah, entah bekerja atau kuliah aatau apapun yang menghasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Home Sweet Home&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memang selalu indah. Apalagi kalau tertib dan teratur...Semoga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-3480632370206254010?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/3480632370206254010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=3480632370206254010' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/3480632370206254010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/3480632370206254010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2008/10/hidup-di-negeri-orang.html' title='Hidup di Negeri Orang'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-7704665156995154476</id><published>2008-08-29T04:32:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T00:26:14.975-07:00</updated><title type='text'>Paradoks masa kini</title><content type='html'>Ada email dari teman: Veronica Pane.  Dia mengutip dari sebuah buku yang terkenal.Email ini bagus karena mengingatkan kita akan kehidupan modern dan maju yang kita alami tetapi terkadang membuat kita lupa akan tujuan hidup dan bersyukur kepada Allah SWT. coba kita renungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mempunyai gedung yang semakin tinggi,&lt;br /&gt;tapi kesabaran yang semakin rendah.&lt;br /&gt;Jalan yang semakin lebar,&lt;br /&gt;tapi sudut pandang yang semakin sempit.&lt;br /&gt;Semakin banyak membelanjakan,&lt;br /&gt;tapi semakin sedikit yang dimiliki.&lt;br /&gt;Semakin banyak membeli,&lt;br /&gt;tapi semakin sedikit dinikmati.&lt;br /&gt;Punya rumah yang semakin besar,&lt;br /&gt;tapi kehidupan rumah tangga yang semakin terpencil.&lt;br /&gt;Semakin banyak tersedia kesenangan,&lt;br /&gt;tapi semakin sedikit waktu menikmatinya.&lt;br /&gt;Semakin banyak pengetahuan,&lt;br /&gt;tapi semakin sedikit kebijaksanaan.&lt;br /&gt;Semakin banyak para ahli,&lt;br /&gt;tapi justru semakin banyak pula masalah.&lt;br /&gt;Semakin banyak obat,&lt;br /&gt;tapi juga semakin sedikit ketenangan.&lt;br /&gt;Kita memiliki semakin banyak barang dan kepemilikan,&lt;br /&gt;tapi semakin kurang nilainya.&lt;br /&gt;Kita semakin banyak bicara,&lt;br /&gt;tapi semakin sedikit mencinta dan semakin banyak membenci.&lt;br /&gt;Kita belajar untuk mencari nafkah penghidupan,&lt;br /&gt;tapi gagal menemukan kehidupan.&lt;br /&gt;Kita telah menambah tahun dalam kehidupan,&lt;br /&gt;tapi gagal untuk merasakan kehidupan dalam tahun-tahun yang dijalani.&lt;br /&gt;Kita telah berhasil pergi ke bulan dan kembali,&lt;br /&gt;tapi punya masalah untuk pergi ke depan rumah untuk menemui tetangga.&lt;br /&gt;Punya penghasilan yang lebih tinggi,&lt;br /&gt;tapi moralitas yang semakin rendah.&lt;br /&gt;Kita belajar untuk membuat udara makin bersih,&lt;br /&gt;tapi kita mengotori jiwa kita sendiri.&lt;br /&gt;Kita belajar untuk memisahkan atom-atom,&lt;br /&gt;tapi tak sanggup memisahkan prasangka-prasangka buruk kita.&lt;br /&gt;Kita memiliki kuantitas yang melimpah ruah,&lt;br /&gt;tapi kualitas yang semakin langka.&lt;br /&gt;Ini adalah waktu dimana ada orang semakin tinggi posturnya,&lt;br /&gt;tapi semakin pendek karakter kepribadiannya.&lt;br /&gt;Keuntungan financial membumbung tingggi,&lt;br /&gt;tapi hubungan dengan sesama semakin dangkal.&lt;br /&gt;Ini adalah masa kedamaian dunia,&lt;br /&gt;tapi perang dalam keluarga.&lt;br /&gt;Makin banyak hiburan,&lt;br /&gt;tapi makin sedikit rasa kebahagiaan.&lt;br /&gt;Makin banyak makanan,&lt;br /&gt;tapi makin kurang nutrisinya.&lt;br /&gt;Ini adalah dimana keluarga berpenghasilan ganda,&lt;br /&gt;tapi perceraian dimana-mana.&lt;br /&gt;Makin banyak rumah yang indah,&lt;br /&gt;tapi makin banyak rumah yang pecah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonim&lt;br /&gt;(Dikutip dari buku Emotional Quality Management, oleh Anthony Dio Martin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-7704665156995154476?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/7704665156995154476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=7704665156995154476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/7704665156995154476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/7704665156995154476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2008/08/paradaoks-masa-kini.html' title='Paradoks masa kini'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-2287112352809546848</id><published>2008-04-22T21:26:00.000-07:00</published><updated>2008-04-22T21:31:32.778-07:00</updated><title type='text'>Rindu Rosul</title><content type='html'>ada email dari teman yang sedang studi di Jepang &lt;a href="mailto:reswa13@yahoo.co.id"&gt;(reswa13@yahoo.co.id&lt;/a&gt;), dikirim ketika hari maulid Nabi . terlambat memang untuk dimasukkan ke blog ini, tapi better late than never, karena Rindu kepada Rosul harus kita semangatkan setiap hari agar kita dapat ambil keteladanannya tidak hanya ketika peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga kita sebagai umatnya mendapat ridho Allah SWT dan syafaat dari Rosulullah SAW.. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurindukan mereka ya Rasul Allaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini hari di Madinah al-Munawwarah&lt;br /&gt;Kusaksikan para sahabat berkumpul di masjidmu&lt;br /&gt;Angin sahara membekukan kulitku&lt;br /&gt;Gigiku gemertak&lt;br /&gt;Kakiku berguncang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba pintu hujrah-mu terbuka&lt;br /&gt;Engkau datang, ya Rasul Allaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandang dikau:&lt;br /&gt;Assalamu alaika ayyuhan Nabi wa rahmatullaah&lt;br /&gt;Assalamu alaika ayyuhan Nabi wa rahmatullaah&lt;br /&gt;Kudengar salam bersahut-sahutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tersenyum, ya Rasul Allaah, wajahmu bersinar&lt;br /&gt;Angin sahara berubah hangat&lt;br /&gt;Cahayamu menyelusup seluruh daging dan darahku&lt;br /&gt;Dini hari Madinah berubah menjadi siang yang cerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar engkau berkata:&lt;br /&gt;Adakah air pada kalian?&lt;br /&gt;Kutengok cepat gharibah-ku&lt;br /&gt;Para sahabat sibuk memperlihatkan kantong kosong&lt;br /&gt;Tidak ada setetes pun air, ya Rasul Allaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusesali diriku&lt;br /&gt;Mengapa tak kucari air sebelum tiba di masjidmu&lt;br /&gt;Duhai bahagianya, jika kubasahi wajah dan tanganmu&lt;br /&gt;Dengan percikan-percikan air dari gharibah-ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar suaramu lirih&lt;br /&gt;Bawakan wadah yang basah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin meloncat mempersembahkan gharibah-ku&lt;br /&gt;Tapi ratusan sahabat berdesakan mendekatimu&lt;br /&gt;Kau ambil gharibah kosong&lt;br /&gt;Kau celupkan jari-jarimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallaah, kulihat air mengalir dari sela-sela jarimu&lt;br /&gt;Kami berdecak, berebut, berwudhu dari pancuran sucimu&lt;br /&gt;Betapa sejuk air itu, ya Rasul Allaah&lt;br /&gt;Betapa harum air itu, ya Rasul Allaah&lt;br /&gt;Betapa lezat air itu, ya Rasul Allaah&lt;br /&gt;Kulihat Ibnu Mas'ud mereguknya sepuas-puasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qad qamatish shalaah&lt;br /&gt;Qad qamatish shalaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai bahagianya shalat di belakangmu&lt;br /&gt;Ayat-ayat suci mengalir dari suaramu&lt;br /&gt;Melimpah memasuki jantung dan pembuluh darahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai shalat kaupandangi kami&lt;br /&gt;Masih dengan senyum yang sejuk itu&lt;br /&gt;Cahayamu, ya Rasul Allaah, tak mungkin kulupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kubenamkan setetes diriku dalam samudera dirimu&lt;br /&gt;Ingin kujatuhkan sebutir debuku dalam sahara tak terhinggamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar engkau berkata lirih:&lt;br /&gt;Ayyul khalqi a'jabu ilakum iimaanan?&lt;br /&gt;Siapa makhluk yang imannya paling mempesona?&lt;br /&gt;                Malaikat, ya Rasul Allaah&lt;br /&gt;Bagaimana malaikat tak beriman,&lt;br /&gt;bukankah mereka berada di samping Tuhan&lt;br /&gt;                Para Nabi, ya Rasul Allaah&lt;br /&gt;Bagaimana Nabi tak beriman,&lt;br /&gt;bukankah kepada mereka turun wahyu Tuhan&lt;br /&gt;                Kami para sahabatmu&lt;br /&gt;Bagaimana kalian tidak beriman&lt;br /&gt;bukankah aku ditengah-tengah kalian&lt;br /&gt;telah kalian saksikan apa yang kalian saksikan&lt;br /&gt;                Kalau begitu siapakah mereka ya Rasul Allaah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit Madinah bening, bumi Madinah hening&lt;br /&gt;Kami termangu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa gerangan mereka yang imannya paling mempesona?&lt;br /&gt;Kutahan napasku, kuhentikan detak jantungku, kudengar sabdamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menajubkan imannya&lt;br /&gt;mereka yang datang sesudahku&lt;br /&gt;beriman kepadaku&lt;br /&gt;padahal tidak pernah melihat dan berjumpa denganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling mempesona imannya&lt;br /&gt;mereka yang tiba setelah aku tiada&lt;br /&gt;yang membenarkanku&lt;br /&gt;tanpa pernah melihatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasul Allaah?&lt;br /&gt;Kalian sahabat-sahabatku&lt;br /&gt;Saudaraku adalah mereka yang tidak pernah berjumpa denganku&lt;br /&gt;Mereka beriman pada yang gaib, mendirikan shalat,&lt;br /&gt;menginfakkan sebagaian rezeki yang Kami berikan kepada mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terpaku&lt;br /&gt;Langit Madinah bening, bumi Madinah hening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar lagi engkau berkata:&lt;br /&gt;Alangkah rindunya daku pada mereka&lt;br /&gt;Alangkah bahagianya aku memenuhi mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaramu parau, butir-butir air matamu tergenang&lt;br /&gt;Kau rindukan mereka, ya Rasul Allaah&lt;br /&gt;Kau dambakan pertemuan dengan mereka, ya Nabi Allaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaika ayyuhan Nabi wa rahmatullaahi wa barakaatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Gubahan dari Hadis pada Tafsir ad-Durr al- Mantsur,&lt;br /&gt;berkenaan dg Surat Al-Baqarah ayat 3 oleh Jalaluddin Rakhmat 1415 H)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-2287112352809546848?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/2287112352809546848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=2287112352809546848' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/2287112352809546848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/2287112352809546848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2008/04/rindu-rosul.html' title='Rindu Rosul'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-6495702724921516556</id><published>2008-02-26T22:49:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T22:54:50.333-08:00</updated><title type='text'>you will happy if your beloved mother love you deeply. betapa bahagianya bersama ibu.....</title><content type='html'>I have got this from my friendster friend "purie". This writing can be our thougt to love your mom deeply. read and think........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;when you were 13, shesuggested ahaircut that was becoming. You thankedher by telling her she had no taste.when you were 14, she paid for a monthaway at summer camp. You thanked her byforgetting to write a single letter.when you were 15, she came home fromwork, looking for a hug. You thankedher by having your bedroom door locked.when you were 16, she taught you howto drive her car. You thanked her bytaking it every chance you could.when you were 17, she was expectingan important call. You thanked her bybeing on the phone all night.when you were 18, she cried at yourhigh school graduation . You thankedher by staying out partying until dawn.when you were 19, she paid for yourcollege tuition, drove you to campuscarried your bags. You thanked her bysaying good-bye outside the dorm so youwouldn't be embarrassed in front ofour friends.when you were 25, she helped to payfor your wedding, and she cried andtold you how deeply she loved you. Youthanked her by moving halfway acrossthe country.when you were 50, she fell ill andneeded you to take care of her. Youthanked her by reading about theburden parents become to theirchildren.An d then, one day, shequietlydied.And everything you never did camecrashing down like thunder on YOURHEART..If you love your MOM &amp;amp; youthank herdeeply, re post this bulletinsaying "read this and you will cry"love you mama, Ibu, Bunda, Umi........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-6495702724921516556?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/6495702724921516556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=6495702724921516556' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/6495702724921516556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/6495702724921516556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2008/02/you-will-happy-if-your-beloved-mother.html' title='you will happy if your beloved mother love you deeply. betapa bahagianya bersama ibu.....'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-7568412984952291936</id><published>2008-01-16T21:11:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T21:12:46.704-08:00</updated><title type='text'>Mengenang masa lalu</title><content type='html'>tulisan ini dari temen gw: Titut S. tapi menurut gw tulisan ini bagus. jadi gue masukin aja ke blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CERMIN MASA LALU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa kecil, saat pertama menyentuh benda bernama sepeda, kaki ini gemetar. Gemuruh di dada tak tertahankan sementara kedua tangan mencengkeram erat stang sepeda, padahal belum juga terkayuh pedal di kaki. Kedua mata menatap tajam menunggu lengang sepanjang jalan jombang raya, sebelum kayuhan pertama diayunkan. Satu kayuhan pun terayun, dan... lutut memar, lengan berdarah, ditambah kening sedikit benjol beradu kuat dengan aspal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyerah? tentu tidak. Meski harus kembali terluka, menambah benjolan di sisi lain kening, atau menutup luka kemarin dengan luka yang baru, semangat tak pernah luntur demi bisa berdiri di atas sepeda roda dua. Esok hari, tambah lagi luka baru, atau luka yang sama bertambah parah, tetap saja terus berusaha mengayuh sepeda. Tiga kayuhan pertama, jatuh. Esok mendapat tujuh kayuhan, kemudian jatuh. Sebelas kayuhan, jatuh lagi dan seterusnya entah sudah keberapa ratus kali aspal jalan depan rumah bernomor 8 itu bersahabat dengan lutut, lengan, dan kening ini. Hingga akhirnya jalan lurus, jalan terjal, mendaki dan turunan, hingga berlubang pun mampu dilewati dengan lincah, cepat dan yang penting, tidak lagi jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanjak remaja, sepeda motor pun dijajal. Malu rasanya tak mampu mengendarai motor layaknya semua teman lelaki. Bermodal semangat dan kepercayaan diri, ditambah sedikit gengsi kelelakian, melajulah motor tanpa lagi tersuruk di jalan, tak lagi terparkir di tempat yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu, jatuh bangun pernah dialami. Sakit, luka, menangis, berdarah-darah menjadi sahabat sehari-hari. Tapi sakit, luka, air mata dan darah yang pernah menetes itu menjadi saksi bahwa semangat diri tak pernah padam untuk meraih keberhasilan. Tak hanya semangat, cita-cita untuk sekadar bisa melenggang mulus di atas sepeda atau motor yang begitu kuat, membuat diri rela jatuh bangun dan terluka. Sebuah pengorbanan yang harus dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu, kegagalan demi kegagalan pernah sangat rekat dengan diri ini. Pernah juga beberapa kesuksesan menjadi bagian kehidupan, gerimis hati ini saat menjalaninya. Jutaan jalan berlubang pernah terlalui, beberapa kali terjerembab di dalamnya. Jalan gelap begitu sering harus ditapaki, tak jarang menemui jalan buntu. Tak terbilang peluh saat mendaki, sementara senang tak terkira ketika mendapati jalan menurun. Yang membuat diri tak percaya, sungguh semuanya pernah dilalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa silam, ada banyak sahabat baru berdatangan dan mengiringi hari-hari penuh kehangatan. Tak berbeda masanya, beberapa sahabat pernah pula meninggalkan diri, menjauh dan tak lagi pernah tahu gerangan dirinya. Pilu ketika harus berpisah, haru saat berjumpa kembali. Begitu banyak cinta bersemi, meski di waktu yang sama ada pula yang menabur benci pada diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih sama-sama di bangku pendidikan, bersama sahabat mengukir mimpi. Melukis masa depan, membayangkan akan menjadi apa diri ini kelak, usia berapa menikah, seperti apa pasangan hidup nanti, berapa banyak anak yang dihasilkan, apa jenis kendaraan yang diinginkan, rumah sebesar apa yang didambakan, berapa banyak yang diinginkan saat kali pertama gajian, dan apa yang ingin dibeli dengan gaji pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu, mimpi terlewati, ada yang terwujud, tak sedikit yang menguap bersama awan di langit. Lukisan masa depan semakin buram, tak lagi jernih seperti saat pertama ditorehkan di atas kanvas harapan. Ada yang menyesali langkah tak tepat yang pernah ditempuh, ada yang mensyukuri karena tak selamanya apa yang dianggap benar, benar pula menurut Sang Maha Berkehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang tak pernah bisa tahu yang akan terjadi besok, tetapi kita pernah punya masa lalu yang telah banyak memberi pengajaran. Kita pernah jatuh, terpuruk, sedih, bahagia, manis, pahit, terbang, menangis, tertawa, sendiri, bersama, di masa lalu. Sedangkan masa depan, kita hanya bisa mengukirnya di dalam bingkai mimpi, hanya bisa mengira, merencana dan merekayasa. Justru karena itulah, kita mesti belajar dari masa lalu. Karena masa lalu telah pernah mengajarkan semuanya. Bercermin dari masa lalu, agar rencana dan rekayasa untuk mimpi masa datang lebih mendekati kenyataan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-7568412984952291936?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/7568412984952291936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=7568412984952291936' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/7568412984952291936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/7568412984952291936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2008/01/mengenang-masa-lalu.html' title='Mengenang masa lalu'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-641218733131095672</id><published>2007-11-14T22:18:00.000-08:00</published><updated>2007-11-14T22:24:52.929-08:00</updated><title type='text'>Hal menarik dari film Get Married</title><content type='html'>Makna yang menarik dari Film Get Married&lt;br /&gt;Baru-baru ini dunia perfilman kita diserbu dengan rombongan film bernuansa horror, tetapi diantara film-film horror tersebut ternyata ada satu film Indonesia yang bergenre lain yaitu film Get Married. Judulnya memang menggunakan bahasa Inggris, tetapi cerita tentang kehidupan di kota besar dan pemainnya semua orang Indonesia. Ada Nirina, Aming, Desta, Agus Ringgo dan Richard Kevin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal menarik yang bias kita lihat dari film tersebut. Pertama, rasa kesetiakawanan dari temen-temen May (nirina) yang bersedia menyeleksi jodoh, mencarikan bahkan bersedia menjadi suami May walaupun berat bagi mereka karena mereka telah berkawan dari kecil dan rasa bersaudara lebih besar dari pada cinta untuk menikah. Kedua, dari para calon jodoh yang dikenalkan oleh orang tua May, ada yang berprofesi menjadi guru. Disinilah film ini mensitir ketidakadilan dan rasa materialitas yang ada di rakyat kita. May menolak guru itu karena dia membayangkan bila menikah dengannya ia hanya akan mendapat uang belanja yang sangat sedikit mengingat gaji guru yang kecil. Dan teman-teman May juga menolak calon jodoh itu karena menganggap sang guru bukan keturunan raja, sultan ataupun bangsawan bahkan bukan pengusaha yang pantas untuk May. Kasihan sekali guru itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal menarik yang ketiga adalah kesombongan dan tingkat kemewahan yang ada di sebagian rakyat kita (baca : High class society). Adegan ini digambarkan dengan baik oleh Ira Wibowo sebagai seorang istri kaya yang mempunyai segalanya dan Richard Kevin, sang anak. Bayangkan saja, di dalam rumah mereka sendiri, mereka menggunakan telepon untuk berbicara diantara mereka. Gila !!! hebat banget orang Indonesia, walaupun miskin negaranya tapi kaya orangnya.Kasihan sekali negara ini. Selain itu ada kritikan yang sangat pedas juga kepada negara ini dalam hal pengangguran. Ada dialog yang lucu ketika mereka telah selesai keliah tetapi belum mendapat kerja dan akhirnya membuat mereka menjadi pengangguran yang kerjanya hanya maen domino dan nongkrong di jalan. “Banyak sarjana tapi banyak pula yang nganggur”. Keempat orang itu beralasan bahwa mereka dipaksa untuk memilih sekolah yang tidak sesuai dengan cita-cita mereka sehingga mereka tidak tahu harus berbuat apa ketika mereka telah lulus sekolah atau kuliah. Bahkan si Aming dalam film ini diceritakan kabur dari pesantren karena tidak tahan di sana dan tidak sesuai dengan cita-citanya. Kasihan sekali anak-anak muda Indonesia kalau seperti itu semua. Kuliah karena dipaksa atau sekolah bukan karena cita-cita mereka dan akhirnya tidak tahu harus berbuat apa ketika lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, yang menarik adalah sindiran yang menyatakan budaya Indonesia dalam menyelesaikan masalah adalah kekerasan. Hal ini terlihat dari dialog yang diungkapkan oleh warga komplek yag mengaku beradab dan lulusan luar negeri, tapi mempunyai attitude dan moral yang buruk. Warga komplek yang diwakili oleh teman-teman Richard Kevin berupaya membalas dendam atas pengeroyokan yang dialami oleh Richard Kevin yang dilakukan oleh teman-teman May. Teman-teman Richard mengatakan bahwa masalah harus diselesaikan dengan gaya Indonesia “asli” yaitu kekerasan sehingga musuh menyerah dan dendam terlampiaskan. Sekali lagi, kasihan sekali negara ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-641218733131095672?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/641218733131095672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=641218733131095672' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/641218733131095672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/641218733131095672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2007/11/hal-menarik-dari-film-get-married.html' title='Hal menarik dari film Get Married'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-4282666665587683621</id><published>2007-10-21T21:08:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T21:26:39.213-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tunjangan PNS 2007'/><title type='text'>tunjangan PNS 2007</title><content type='html'>nggak adil.....tau2 tmen gue yang lagi baca koran ngomong gitu. dia teriak gitu karena liat di koran info tentang tunjangan PNS yang baru yang baru saja disetujui oleh DPR. Tunjangan itu hanya untuk 4 instansi pemerintah, yaitu Depkeu, KPK, MA dan BPK. maklum aja temen gue itu PNS juga, tapi dia dari pemerintah daerah. Trus yang bikin kaget lagi, nilai tunjangannya gede banget. Sangat kontras dengan pendapatan para guru didaerah terpencil ataupun PNS di instansi lain yang sudah bekerja puluhan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temen gue yang dari depkeu langsung nyambung ngedenger teriakan itu. tenang aja brother, gayanya kayak orang bule...itu kan pilot project jadi suatu saat mungkin akan berlaku bagi seluruh PNS. sabar aja.Tau-tau ada temen gue yang dari salah satu LPND nyambung bikin seru suasana. Kata dia, namanya pilot project bisa berhasil bisa juga gagal, kalo berhasil kita dapet juga tapi kalo gagal lantas distop sama pemerintah, kita ga kebagian dong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah jadi rame juga nih, pembicaraannya.Padahal cuma gara-gara temen gue teriak ga adil doang. Ada lagi yang mengkaitkan tunjangan itu dengan unsur politis menjelang pilpres 2009. yang ini makin melebar dari diskusi, tapi ga apa-apa, jadi makin seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun motif dibelakang, tunjangan itu, yang jelas tunjangan itu ditujukan untuk meningkatkan kinerja PNS dan meminimalisir KKN. KKN sulit dihapuskan tetapi kita harus berusaha untuk meminimalisir KKN. masih banyak usaha lain yang harus kita jalankan selain menaikkan tunjangan PNS. Tetapi perlu dicatat juga bahwa peningkatan tunjangan PNS ataupun remunerasi harus diberlakukan diseluruh lapisan dan instansi PNS. Jangan hanya beberapa sektor saja. karena terbukti di media massa, sektor yang sering mendapat sorotan KPK adalah diluar 4 instansi yang mendapat kenaikan tunjangan tersebut. Ada temen yang bijak mengatakan semoga saja pilot project ini berhasil dan segera diberlakukan di seluruh instansi. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-4282666665587683621?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/4282666665587683621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=4282666665587683621' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/4282666665587683621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/4282666665587683621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2007/10/tunjangan-pns-2007.html' title='tunjangan PNS 2007'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-620276789967400014.post-3804009539692677196</id><published>2007-10-03T23:24:00.001-07:00</published><updated>2007-10-03T23:29:59.998-07:00</updated><title type='text'>What causes global warming?</title><content type='html'>सोर्स: नेशनल देफेन्सिफे काउंसिल सोर्स:NRDC&lt;br /&gt; Global Warming Basics&lt;br /&gt;What it is, how it's caused, and what needs to be done to stop it.&lt;br /&gt;[En Español]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What causes global warming?&lt;br /&gt;Is the earth really getting hotter?&lt;br /&gt;Are warmer temperatures causing bad things to happen?&lt;br /&gt;Is global warming making hurricanes worse?&lt;br /&gt;Is there really cause for serious concern?&lt;br /&gt;Could global warming trigger a sudden catastrophe?&lt;br /&gt;What country is the largest source of global warming pollution?&lt;br /&gt;How can we cut global warming pollution?&lt;br /&gt;Why aren't these technologies more commonplace now?&lt;br /&gt;Do we need new laws requiring industry to cut emissions of global warming pollution?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it possible to cut power plant pollution and still have enough electricity?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How can we cut car pollution?&lt;br /&gt;What can I do to help fight global warming?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What causes global warming?&lt;br /&gt;Carbon dioxide and other air pollution that is collecting in the atmosphere like a thickening blanket, trapping the sun's heat and causing the planet to warm up. Coal-burning power plants are the largest U.S. source of carbon dioxide pollution -- they produce 2.5 billion tons every year. Automobiles, the second largest source, create nearly 1.5 billion tons of CO2 annually.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here's the good news: technologies exist today to make cars that run cleaner and burn less gas, modernize power plants and generate electricity from nonpolluting sources, and cut our electricity use through energy efficiency. The challenge is to be sure these solutions are put to use.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is the earth really getting hotter?&lt;br /&gt;Yes. Although local temperatures fluctuate naturally, over the past 50 years the average global temperature has increased at the fastest rate in recorded history. And experts think the trend is accelerating: the 10 hottest years on record have all occurred since 1990. Scientists say that unless we curb global warming emissions, average U.S. temperatures could be 3 to 9 degrees higher by the end of the century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Are warmer temperatures causing bad things to happen?&lt;br /&gt;Global warming is already causing damage in many parts of the United States. In 2002, Colorado, Arizona and Oregon endured their worst wildfire seasons ever. The same year, drought created severe dust storms in Montana, Colorado and Kansas, and floods caused hundreds of millions of dollars in damage in Texas, Montana and North Dakota. Since the early 1950s, snow accumulation has declined 60 percent and winter seasons have shortened in some areas of the Cascade Range in Oregon and Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Of course, the impacts of global warming are not limited to the United States. In 2003, extreme heat waves caused more than 20,000 deaths in Europe and more than 1,500 deaths in India. And in what scientists regard as an alarming sign of events to come, the area of the Arctic's perennial polar ice cap is declining at the rate of 9 percent per decade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is global warming making hurricanes worse?&lt;br /&gt;Global warming doesn't create hurricanes, but it does make them stronger and more dangerous. Because the ocean is getting warmer, tropical storms can pick up more energy and become more powerful. So global warming could turn, say, a category 3 storm into a much more dangerous category 4 storm. In fact, scientists have found that the destructive potential of hurricanes has greatly increased along with ocean temperature over the past 35 years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is there really cause for serious concern?&lt;br /&gt;Yes. Global warming is a complex phenomenon, and its full-scale impacts are hard to predict far in advance. But each year scientists learn more about how global warming is affecting the planet, and many agree that certain consequences are likely to occur if current trends continue. Among these:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melting glaciers, early snowmelt and severe droughts will cause more dramatic water shortages in the American West.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rising sea levels will lead to coastal flooding on the Eastern seaboard, in Florida, and in other areas, such as the Gulf of Mexico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warmer sea surface temperatures will fuel more intense hurricanes in the southeastern Atlantic and Gulf coasts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forests, farms and cities will face troublesome new pests and more mosquito-borne diseases.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disruption of habitats such as coral reefs and alpine meadows could drive many plant and animal species to extinction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Could global warming trigger a sudden catastrophe?&lt;br /&gt;Recently, researchers -- and even the U.S. Defense Department -- have investigated the possibility of abrupt climate change, in which gradual global warming triggers a sudden shift in the earth's climate, causing parts of the world to dramatically heat up or cool down in the span of a few years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In February 2004, consultants to the Pentagon released a report laying out the possible impacts of abrupt climate change on national security. In a worst-case scenario, the study concluded, global warming could make large areas of the world uninhabitable and cause massive food and water shortages, sparking widespread migrations and war.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While this prospect remains highly speculative, many of global warming's effects are already being observed -- and felt. And the idea that such extreme change is possible underscores the urgent need to start cutting global warming pollution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What country is the largest source of global warming pollution?&lt;br /&gt;The United States. Though Americans make up just 4 percent of the world's population, we produce 25 percent of the carbon dioxide pollution from fossil-fuel burning -- by far the largest share of any country. In fact, the United States emits more carbon dioxide than China, India and Japan, combined. Clearly America ought to take a leadership role in solving the problem. And as the world's top developer of new technologies, we are well positioned to do so -- we already have the know-how.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How can we cut global warming pollution?&lt;br /&gt;It's simple: By reducing pollution from vehicles and power plants. Right away, we should put existing technologies for building cleaner cars and more modern electricity generators into widespread use. We can increase our reliance on renewable energy sources such as wind, sun and geothermal. And we can manufacture more efficient appliances and conserve energy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why aren't these technologies more commonplace now?&lt;br /&gt;Because, while the technologies exist, the corporate and political will to put them into widespread use does not. Many companies in the automobile and energy industries put pressure on the White House and Congress to halt or delay new laws or regulations -- or even to stop enforcing existing rules -- that would drive such changes. From requiring catalytic converters to improving gas mileage, car companies have fought even the smallest measure to protect public health and the environment. If progress is to be made, the American people will have to demand it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do we need new laws requiring industry to cut emissions of global warming pollution?&lt;br /&gt;Yes. The Bush administration has supported only voluntary reduction programs, but these have failed to stop the growth of emissions. Even leaders of major corporations, including companies such as DuPont, Alcoa and General Electric, agree that it's time for the federal government to create strong laws to cut global warming pollution. Public and political support for solutions has never been stronger. Congress is now considering fresh proposals to cap emissions of carbon dioxide and other heat-trapping pollutants from America's largest sources -- power plants, industrial facilities and transportation fuels.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stricter efficiency requirements for electric appliances will also help reduce pollution. One example is the 30 percent tighter standard now in place for home central air conditioners and heat pumps, a Clinton-era achievement that will prevent the emission of 51 million metric tons of carbon -- the equivalent of taking 34 million cars off the road for one year. The new rule survived a Bush administration effort to weaken it when, in January 2004, a federal court sided with an NRDC-led coalition and reversed the administration's rollback.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it possible to cut power plant pollution and still have enough electricity?&lt;br /&gt;Yes. First, we must use more efficient appliances and equipment in our homes and offices to reduce our electricity needs. We can also phase out the decades-old, coal-burning power plants that generate most of our electricity and replace them with cleaner plants. And we can increase our use of renewable energy sources such as wind and sun. Some states are moving in this direction: California has required its largest utilities to get 20 percent of their electricity from renewable sources by 2017, and New York has pledged to compel power companies to provide 25 percent of the state's electricity from renewable sources by 2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How can we cut car pollution?&lt;br /&gt;Cost-effective technologies to reduce global warming pollution from cars and light trucks of all sizes are available now. There is no reason to wait and hope that hydrogen fuel cell vehicles will solve the problem in the future. Hybrid gas-electric engines can cut global warming pollution by one-third or more today; hybrid sedans, SUVs and trucks from several automakers are already on the market.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But automakers should be doing a lot more: They've used a legal loophole to make SUVs far less fuel efficient than they could be; the popularity of these vehicles has generated a 20 percent increase in transportation-related carbon dioxide pollution since the early 1990s. Closing this loophole and requiring SUVs, minivans and pick-up trucks to be as efficient as cars would cut 120 million tons of carbon dioxide pollution a year by 2010. If automakers used the technology they have right now to raise fuel economy standards for new cars and light trucks to a combined 40 m.p.g., carbon dioxide pollution would eventually drop by more than 650 million tons per year as these vehicles replaced older models.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For more information on hybrid vehicles, see NRDC's hybrid guide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What can I do to help fight global warming?&lt;br /&gt;There are many simple steps you can take right now to cut global warming pollution. Make conserving energy a part of your daily routine. Each time you choose a compact fluorescent light bulb over an incandescent bulb, for example, you'll lower your energy bill and keep nearly 700 pounds of carbon dioxide out of the air over the bulb's lifetime. By opting for a refrigerator with the Energy Star label -- indicating it uses at least 15 percent less energy than the federal requirement -- over a less energy-efficient model, you can reduce carbon dioxide pollution by nearly a ton in total. Join NRDC in our campaign against global warming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;last revised 2।9।07&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;सोर्स: नेशनल रेसौर्सेस&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/620276789967400014-3804009539692677196?l=good-writing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://good-writing.blogspot.com/feeds/3804009539692677196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=620276789967400014&amp;postID=3804009539692677196' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/3804009539692677196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/620276789967400014/posts/default/3804009539692677196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://good-writing.blogspot.com/2007/10/what-causes-global-warming.html' title='What causes global warming?'/><author><name>Si Untung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06153652878108096385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_y5e796FirWA/Sj5i5f2a7gI/AAAAAAAAAaQ/DTqrnX30YDY/S220/100_3332.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
